Kebenaran dan adab.
Dua kata, dua unsur hakiki dalam perilaku manusia. Dua hal yang membentuk sosok manusia secara utuh.
Kebenaran dan adab.
Seringkali keduanya terlalaikan atau sengaja dilalaikan. Tidak jarang maksud suci keduanya disalahgunakan. Kebenaran yang dilantangkan tanpa adab berbuah tertolaknya kebenaran itu sendiri. Adab dijunjung namun tercemari oleh dusta sehingga menghasilkan kotoran menjijikkan berhias berlian.
Kebenaran dan adab.
Awal sejarah, para Nabi dan Rasul memperjuangkan dua hal ini kepada umat manusia agar terpenuhi syarat sebagai hamba Allah dan khalifah pilihan-Nya di muka bumi. Dua perkara yang tidak habis untuk diperbaiki hingga akhir hayat.
Kebenaran dan adab.
Dua hal yang saling bergantung. Naif jika mengatakan salah satunya boleh ditinggalkan. Akan jadi apa masyarakat tanpa adab? Akan bernasib seperti apakah umat yang tidak bosan melumuri jiwanya dengan kebohongan? Kebenaran tanpa adab bagaikan buah masak namun bertampil busuk. Adab tanpa kebenaran ibarat bangkai berbelatung terbungkus kertas kado yang indah.
Kebenaran dan adab.
Sudahkah kita memenuhi keduanya?
No comments:
Post a Comment